Ethno-Education (Pembelajaran berbasis masyarakat)
By : Fani Julia Putri
Workshop on Ethno-Education
Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung, 27 September 2016
with Prof. Dr. Dr (H.C).Slikkerveer from Leiden University
Asal muasal etnosains dari studi terus menerus mengenai indigenous setiap individu. Setiap budaya memiliki indigenous masing-masing. Indigenous adalah cara pandang masyarakat. Pengetahuan indigenous bisa dilakukan dalam berbagai bidang bisa pertanian, hewan, masyarakat.
Sudut pandang kognitif antropologi dalam penelitian yang dilakukan harus berfokus pada lokal partisipan (emik). Persepektif emik sangat penting, karena melihat fenomena dari penduduk lokal yang akan membuat perubahan. Perspektif masyarakat lokal adalah posisi yang central dalam suatu penelitian. Kegiatan pertama yang dilakukan dalam penelitian harus menguasai dulu bahasa lokal tempat tujuan penelitian. Ini memberikan tanggung jawab dan bahasa sebagai alat kita menggunakan perspektif emik. Pandangan masyarakat bisa menjadi perpustakaan yang dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Pada tahun 1980 muncul pemahaman bahwa etnosains perlu diiringi dengan perkembangan atau pembangunan suatu bangsa. Pada tahun1990 isu indigenous semakin menguat. Prof Slikkerveer membuat buku dengan judul the cultural dimenssion of develoopment yang memuat bagaimana pandangan emik sangat penting bagi penelitian.
Negara-negara yang pernah mengalami kolonialisasi biasanya masih terdalat ketidakadilan masyarakat. Ketidakadilan ini bisa diatasi dan diminimalisir menggunakan ethno-education.
Seorang peneliti antropolog harus menggunakan konsep emik sebagai folus penelitiannya agar hasilnya tidak manipulatif. Penelitian ini bisa berkontribusi bagi pendidikan yang berbasis masyarakat.
Kegiatan selanjutnya yang harus dilakukan penelitian ialah dengan mengidentifikasikan praktek-praktek lokal masyarakat. Misalnya dalam kesehatan, kita bisa memperhatikan bagaimana masyarakat bisa dengan detail mengklasifikasikan pengobatan tradisional yang khasiatnya lebih bagus dari pengobatan modern dan ramah lingkungan.
Pendidikan berbasis masyarakat diharapkan bisa membantu masyarakat untuk ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi dan bahkan mengurangi kemiskinan. Manfaat lain dari pendidikan berbasis masyarakat bisa mengatasi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari seperti perubahan iklim.
Keuntungan pendidikan berbasis masyarakat dalam modernisasi yaitu kita bisa peka masyarakat, bisa membantu dan melibatkan masyarakat lokal menjadi masyarakat modern tanpa meninggalkan budayanya. Penolakan atau keengganan kita terhadap basis budaya Indonesia bisa menggeruskan budaya bangsa sehingga yang dominan adalah budaya asing. Indonesia diharapkan bisa berkontribusi dalam permasalahan global.
Workshop on Ethno-Education
Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung, 27 September 2016
with Prof. Dr. Dr (H.C).Slikkerveer from Leiden University
Asal muasal etnosains dari studi terus menerus mengenai indigenous setiap individu. Setiap budaya memiliki indigenous masing-masing. Indigenous adalah cara pandang masyarakat. Pengetahuan indigenous bisa dilakukan dalam berbagai bidang bisa pertanian, hewan, masyarakat.
Sudut pandang kognitif antropologi dalam penelitian yang dilakukan harus berfokus pada lokal partisipan (emik). Persepektif emik sangat penting, karena melihat fenomena dari penduduk lokal yang akan membuat perubahan. Perspektif masyarakat lokal adalah posisi yang central dalam suatu penelitian. Kegiatan pertama yang dilakukan dalam penelitian harus menguasai dulu bahasa lokal tempat tujuan penelitian. Ini memberikan tanggung jawab dan bahasa sebagai alat kita menggunakan perspektif emik. Pandangan masyarakat bisa menjadi perpustakaan yang dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Pada tahun 1980 muncul pemahaman bahwa etnosains perlu diiringi dengan perkembangan atau pembangunan suatu bangsa. Pada tahun1990 isu indigenous semakin menguat. Prof Slikkerveer membuat buku dengan judul the cultural dimenssion of develoopment yang memuat bagaimana pandangan emik sangat penting bagi penelitian.
Negara-negara yang pernah mengalami kolonialisasi biasanya masih terdalat ketidakadilan masyarakat. Ketidakadilan ini bisa diatasi dan diminimalisir menggunakan ethno-education.
Seorang peneliti antropolog harus menggunakan konsep emik sebagai folus penelitiannya agar hasilnya tidak manipulatif. Penelitian ini bisa berkontribusi bagi pendidikan yang berbasis masyarakat.
Kegiatan selanjutnya yang harus dilakukan penelitian ialah dengan mengidentifikasikan praktek-praktek lokal masyarakat. Misalnya dalam kesehatan, kita bisa memperhatikan bagaimana masyarakat bisa dengan detail mengklasifikasikan pengobatan tradisional yang khasiatnya lebih bagus dari pengobatan modern dan ramah lingkungan.
Pendidikan berbasis masyarakat diharapkan bisa membantu masyarakat untuk ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi dan bahkan mengurangi kemiskinan. Manfaat lain dari pendidikan berbasis masyarakat bisa mengatasi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari seperti perubahan iklim.
Keuntungan pendidikan berbasis masyarakat dalam modernisasi yaitu kita bisa peka masyarakat, bisa membantu dan melibatkan masyarakat lokal menjadi masyarakat modern tanpa meninggalkan budayanya. Penolakan atau keengganan kita terhadap basis budaya Indonesia bisa menggeruskan budaya bangsa sehingga yang dominan adalah budaya asing. Indonesia diharapkan bisa berkontribusi dalam permasalahan global.



Komentar
Posting Komentar